5 Masjid Terunik di Dunia

1. Masjid Agung di Kota Djenne, Mali


Masjid unik di dunia pertama, yaitu Masjid Agung Djenne. Masjid ini telah menarik imajinasi orang Eropa selama berabad-abad. Masjid yang terletak di Djenne, sebuah kota kecil di pusat Mali, Afrika Barat, merupakan sebuah warisan arsitektur dunia karena dibangun seluruhnya dengan lumpur dan kayu. Sisi luar dari masjid dibentuk dari plaster lumpur, kayu-kayu yang menjorok keluar dari bangunan seperti jarum-jarum tersebut, digunakan sebagai penyangga dan juga sebagai perancah jika akan ada perbaikan.
Setiap tahun para penduduk Mali mengadakan festival untuk memperbaiki masjid ini, melapisinya dengan lebih banyak plaster. Masjid menakjubkan ini juga pernah menjadi pusat pengajaran islam di Afrika pada abad ke-18. Masjid tua nya itu, kini masih menjadi tujuan para pelancong dari mancanegara yang datang untuk sekedar mengagumi keindahannya, atau untuk beribadah di sana. Dan kini, masjid Djenne masih menjadi salah satu bangunan penting di Afrika Barat. Continue reading

Advertisements

Desa Pekraman Bedha Gelar Ngaben Tikus

Tabanan- Ratusan masyarakat desa pekraman Bedha mengikuti prosesi mreteka merana atau yang lebih dikenal dengan ngaben tikus, pada selasa/19/10. Prosesi ngaben yang dilaksanakan dari pukul 07.00 s/d 15.00 wita, berlangsung khidmat. Perjalanan yang dimulai dari pura puseh Bedha hingga prosesi pembakaran di pantai Yeh Gangga dengan jarak kurang lebih 6 km tidak menyurutkan niatan masyarakat petani dalam wilayah desa Bedha untuk melaksanakan prosesi ini. Upcara ini juga dihadiri oleh anglurah Tabanan serta dipuput oleh pedanda Griya Babahan Belayu.

Hanya satu tujuan dari upacara mreteka merana ini adalah untuk menyucikan roh atau atma, hama penyakit supaya kembali ke asalnya, sehingga tidak kembali lagi menjelma ke bumi sebagai penyakit dan merusak segala jenis tanaman yang ada, khususnya tanaman padi. Hal itu diungkapkan oleh penyarikan Desa Pekraman Bedha, I Gusti Nyoman Wiratha yang ditemui disela-sela prosesi ngaben upacara mreteka merana yang dipusatkan di pantai yehgangga menjelaskan, Pelaksanaan upacara ini sesuai dengan isi lontar sri purana dan lontar dharmapemacula yakni kapreteka sama luirnya mretekaning wong mati bener yang artinya diupacarai seperti mengupacarai orang mati.  Selama ini katanya, upacara mreteka merana ini dikonotasikan dengan uparcara pitra yadnya (ngaben tikus ) Namun hal itu perlu diluruskan, karena menurutnya upacara mreteka merana ini merupakan upacara butha yadnya (mengupacarai sarwa prani). Dijelaskanya pula dalam petunjuk lontar sri purana dan dharma pemaculan disebutkan preteka ring bale agung, geseng ring tepining samudra. Artinya prosesi upacara dilangsungkan di Bale Agung dan dibakar di tepi laut. Continue reading

Budaya Indonesia Yang Hilang..

Indonesia adalah negara yang indah yang kaya akan kekayaan alam dan budaya. Lebih dari 20 suku terdapat di Indonesia dan lebih dari 100 budaya ada di Indonesia. Tetapi sayangnya, dari tahun ke tahun seiring dengan bertumbuhnya perkembangan gaya hidup dan teknologi, kebudayaan asli indonesia terlihat sangat ketinggalan zaman. Banyak dari warga indonesia yang kurang peduli bahkan ada yang tidak peduli tentang budaya Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan banyak budaya Indonesia dicuri oleh negara lain terutama Malaysia. Hal ini karena terlambatnya dalam mematenkan suatu budaya dan benda – benda peninggalan zaman Indonesia dulu. Ketika budaya dan barang kebudayaan atau hasil buah tangan seniman Indonesia masih ada di Indonesia, banyak dari warga merasa budaya tersebut tidak berharga, tetapi ketika ada negara lain akan mengambil budaya tersebut dan kemudian hilang dari kita, barulah mereka merasa itu sangat berharga. Kenapa berharga saat sudah hilang? Kenapa tidak waktu masih ada? Inilah orang – orang indonesia yang telah terkontaminasi budaya barat. Di bawah ini beberapa daftar nama – nama budaya kita yang telah di rampas oleh negara lain.

No. Kesenian dan Budaya Asal Direbut Oleh
1. Batik Jawa Adidas
2. Naskah Kuno Riau Malaysia
3. Naskah Kuno Sumatra Barat Malaysia
4. Naskah Kuno Sulawesi Selatan Malaysia
5. Naskah Kuno Sulawesi Tenggara Malaysia
6. Rendang Sumatra Barat WN Malaysia
7. Sambal Bajak Jawa Tengah WN Belanda
8. Sambal Petia Riau WN Belanda
9. Sambal Nanas Riau WN Belanda
10. Tempe Jawa Perusahaan Asing
11. Lagu Rasa Sayang Sayange Maluku Malaysia
12. Tari Reog Ponorogo Jawa Timur Malaysia
13. Tari Soleram Riau Malaysia
14. Lagu Injit – Injit Semut Jambi Malaysia
15. Alat Musik Gamelan Jawa Malaysia
16. Tari Kuda Lumping Jawa Timur Malaysia
17. Tari Piring Sumatra Barat Malaysia
18. Lagu Kakak Tua Maluku Malaysia
19. Lagu Anak Kambing Saya Nusa Tenggara Malaysia
20. Kursi Taman dengan Ornamen Ukir Khas Jepara Jawa Tengah WN Perancis
21. Pigura dengan Ornamen Ukir Khas Jepara Jawa Tengah WN Inggris
22. Motif Batik Parang Yogyakarta Malaysia
23. Desain Kerajinan Perak Desa Suwarti Bali WN Amerika
24. Produk Berbahan Rempah – Rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia Shiseido Co. Ltd.

Sumber: www.budaya-indonesia.com

Jika kita ingin melihat dari segi kreatif suatu budaya kita bisa melihat dari hal – hal yang terkandung di dalamnya. Misalnya seperti tari – tarian. Itu adalah hasil pikiran kreatif orang – orang dulu untuk menciptakan kemudian memadukan semua gerakan itu menjadi sesuatu yang indah dan juga kekreatifan dalam pemilihan lagu sehingga gerakan dan lagu bisa seimbang. Semua buadaya di atas adalah hasil kekreatifan orang terdahulu. Selain tarian, kita bisa juga bisa melihat dari segi obat – obatan tradisional karena obat ini tercipta dari perpaduan berbagai bahan yang bisa menyembuhkan sejumlah penyakit. Hal ini juga merupakan buah kreatifitas dari orang terdahulu karena mereka bisa menciptakan satu buah pil atau obat dari alam untuk menyembuhkan suatu penyakit.

Bisa kita lihat dari daftar di atas sangatlah banyak yang telah dicuri orang. Bahkan meliki negara bisa dicuri oleh individual? Betapa malunya kita telah dicuri dan kita tidak cepat tanggap dalam menanggulangi hal – hal tersebut. Oleh karena itu, marilah kita jaga dan kita lestarikan budaya nenek moyang kita jangan sampai dirampas lagi.

Keunikan Tradisi Sengkidu

Bali memang penuh dengan beragam tradisi, adat, dan kebiasaan penduduk yang menjadi salah satu sendi fundamental dalam keseharian masyarakatnya. Mayoritas penduduk Bali yang beragama Hindu memang mempunyai beberapa tradisi unik dalam tata cara persembahyangannya. Masing – masing daerah di Bali mempunyai adat – istiadat tersendiri yang berbeda dengan daerah lainnya. Biasanya tradisi ini telah dilakukan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Kalau kita hubungkan dengan ajaran Hindu mungkin adat dan kebiasaan ini selaras dengan filsafat “Desa, Kala, Patra” yang artinya tempat, waktu dan keadaan.

Salah satu tempat yang mempunyai kebiasaan unik dalam melakukan ritual persembahyangan adalah Desa Sengkidu. Sengkidu terletak di Kabupaten Karangasem, yang memang terkenal akan keunikan masyarakatnya. Di kabupaten ini terdapat beberapa cagar budaya yang sangat penting di Bali, seperti Pura Besakih, Desa Trunyan, dan lain lain. Keunikan ini memberikan daya tarik tersendiri pada Kabupaten yang terletak di bagian timur pulau Bali ini. Dalam salah satu pelaksanaan upacara keagamaan di Desa Sengkidu, saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri beberapa keunikan di daerah ini. Continue reading

Tradisi Med-medan di Bali

Dalam perjalanan wisata kali ini, kita akan jalan-jalan ke wilayah Sesetan, Denpasar-Bali. Untuk menuju ke Sesetan tidak med-medan bali sesetanbegitu jauh dari pusat kota denpasar, yakni sekitar 7 kilometer ke arah selatan. Di Sesetan, setiap pergantian Tahun Caka (Nyepi)  ada tradisi unik yakni med-medan.

Ditengah aktifitas kota Denpasar yang modern ternyata masyarakat masih menyimpan tradisi secara turun-temurun, salah satunya yakni med-medan yang dilaksanakan di Banjar Kaja Kelurahan Sesetan Denpasar Selatan. Med-medan dilaksanakan sehari setelah hari raya Nyepi atau disebut dengan Ngembak Geni. Continue reading

Cerita dan Asal Muasal Tari Kecak, Bali

tari-kecakTak diketahui secara pasti darimana tari kecak berasal dan dimana pertama kali berkembang, namun ada suatu macam kesepakatan pada masyarakat Bali kecak pertama kali berkembang menjadi seni pertujukan di Bona, Ganyar, sebagai pengetahuan tambahan kecak pada awalnya merupakan suatu tembang atau musik yang dihasil dari perpaduan suara yang membentuk melodi yang biasanya dipakai untuk mengiringi tarian Sahyang yang disakralkan. Dan hanya dapat dipentaskan di dalam pura. Kemudaian pada awal tahun 1930an astist dari desa Bona, Gianyar mencoba untuk mengembangkan tarian kecak dengan mengambil bagian cerita Ramayana yang didramatarikan sebagai pengganti Tari Sanghyang sehingga tari ini akhirnya bisa dipertontontan di depan umum sebagai seni pertunjukan. Bagian cerita Ramayana yang diambil pertama adalah dimana saat Dewi Sita diculik oleh Raja Rahwana.

Perkembangan Tari Kecak Di Bali

Tari kecak di Bali mengalami terus mengalami perubahan dan perkembangan sejak tahun 1970-an. Perkembangan yang bisa dilihat adalah dari segi cerita dan pementasan. Dari segi cerita untuk pementasan tidak hanya berpatokan pada satu bagian dari Ramayana tapi juga bagian bagian cerita yang lain dari Ramayana.

Kemudian dari segi pementasan juga mulai mengalami perkembangan tidak hanya ditemui di satu tempat seperti Desa Bona, Gianyar namun juga desa desa yang lain di Bali mulai mengembangkan tari kecak sehingga di seluruh Bali terdapat puluhan group kecak dimana anggotanya biasanya para anggota banjar. Kegiatan kegiatan seperti festival tari Kecak juga sering dilaksanakan di Bali baik oleh pemerintah atau pun oleh sekolah seni yang ada di Bali. Serta dari jumlah penari terbanyak yang pernah dipentaskan dalam tari kecak tercatat pada tahun 1979 dimana melibatkan 500 orang penari. Pada saat itu dipentaskan kecak dengan mengambil cerita dari Mahabarata. Namun rekor ini dipecahkan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan yang menyelenggarakan kecak kolosal dengan 5000 penari pada tanggal 29 September 2006, di Tanah Lot, Tabanan, Bali.

Pola Tari Kecak

Sebagai suatu pertunjukan tari kecak didukung oleh beberapa factor yang sangat penting, Lebih lebih dalam pertunjukan kecak ini menyajikan tarian sebagai pengantar cerita, tentu musik sangat vital untuk mengiringi lenggak lenggok penari. Namun dalam dalam Tari Kecak musik dihasilkan dari perpaduan suara angota cak yang berjumlah sekitar 50 – 70 orang semuanya akan membuat musik secara akapela, seorang akan bertindak sebagai pemimpin yang memberika nada awal seorang lagi bertindak sebagai penekan yang bertugas memberikan tekanan nada tinggi atau rendah seorang bertindak sebagai penembang solo, dan sorang lagi akan bertindak sebagai ki dalang yang mengantarkan alur cerita. Penari dalam tari kecak dalam gerakannya tidak mestinya mengikuti pakem-pakem tari yang diiringi oleh gamelan. Jadi dalam tari kecak ini gerak tubuh penari lebih santai karena yang diutamakan adalah jalan cerita dan perpaduan suara (dikutip dari berbagai sumber)

Hari Raya Galungan di “BALI”

Penjor GalunganHari Raya Galungan merupakan hari raya bagi umat beragama Hindu. Di Bali biasanya hari raya Galungan dirangkaikan dengan hari raya Kuningan. Urusan hari raya bisa dikatakan umat Hindu di Bali memiliki segudang hari raya, bayangkan saja di Bali bahkan setiap 15 hari sekali ada hari raya walaupun pelaksanaannya tidak semeriah hari raya Galungan yang paling meriah di Bali. Walaupun hari raya Galungan belum diakui oleh pemerintah Indonesia dengan menjadikannya sebagai hari libur nasional, tetapi jangan heran bahwa di Bali hari raya Galungan terasa lebih meriah dibanding hari raya Nyepi.

Sebenarnya umat Hindu di Bali memiliki dua jenis hari raya yaitu berdasarkan sasih (bulan Hindu) dan berdasarkan wuku (minggu, 1 wuku = 7 hari). Hari raya Galungan merupakan hari raya yang berdasarkan wuku, yaitu jatuh pada hari Buda (rabu) Kliwon ,Wuku Dungulan. Banyaknya wuku (minggu) adalah 30 dimana setiap wuku lamanya 7 hari. Jadi hari raya Galungan ini datangnya setiap 210 hari sekali. Selain hari raya Galungan ada banyak hari raya lainnya yang berdasarkan wuku termasuk hari raya Kuningan.

Contoh hari raya yang berdasarkan sasih (bulan) adalah hari raya Nyepi. Hari raya Nyepi merupakan hari raya agama Hindu yang diakui dengan libur nasional. Mungkin karena pelaksaan hari raya Nyepi ini yang lebih unik yaitu dengan benar-benar “menyepi” maka hari raya agama Hindu yang dijadikan libur nasional adalah hari raya Nyepi.

Hari raya Galungan yang akan datang di Bali jatuh pada tanggal 14 Oktober 2009 ini, tepat 10 hari kemudian adalah hari raya Kuningan. Makna hari raya Galungan adalah merayakan kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan). Ciri khas pelaksanaan hari raya Galungan di Bali adalah dengan adanya Penjor (terbuat dari bambu dan janur) di depan setiap rumah. Penjor ini umumnya dipasang sehari sebelum hari raya Galungan yaitu hari selasa. Rangkaian hari raya Galungan sebenarnya telah dimulai beberapa hari sebelumnya diawali dengan hari Sugian hingga hari raya Kuningan. Rangkaian hari raya Galungan dan Kuningan di Bali benar-benar berakhir 35 hari setelah hari raya Galungan dan ditandai dengan dicabutnya Penjor yang ada di depan rumah.