AS Terbitkan “Travel Alert” ke Indonesia

WASHINGTON, KOMPAS.com — Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Rabu (10/11/2010), menerbitkan peringatan perjalanan (travel alert) bagi warganya yang berkunjung atau berada di Indonesia terkait letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah. AS memperingatkan warganya untuk waspada dan membuat contingency plan saat berada di Indonesia. Setelah beberapa tahun mereda, Gunung Merapi kembali meletus pada 26 Oktober lalu. Rangkaian letusan yang terjadi setelah tanggal itu telah menimbulkan banyak korban, kerusakan, dan gangguan. Rabu, jumlah korban tewas telah mencapai 191 orang dan maskapai penerbangan internasional membatalkan atau menunda penerbangannya ke Indonesia. Jadwal kunjungan Presiden AS, Barack Obama, pada Selasa (9/11/2010) dan Rabu (10/11/2010) ke Jakarta harus dipersingkat sekitar dua jam karena khawatir abu vulkanik Gunung Merapi bisa mengganggu mesin jet pesawat kepresidenan, Air Force One. “Departemen Luar Negeri memperingatkan warga AS tentang kemungkinan gangguan perjalanan di dalam dan di sekitar Indonesia akibat letusan Gunung Merapi yang sedang berlangsung,” kata peringatan perjalanan itu sebagaimana dikutip chanel6newsonline.com . “Letusan telah menyebabkan pembatalan beberapa penerbangan ke atau dari Jakarta dan di beberapa bandara Indonesia lainnya yang berdekatan dengan Gunung Merapi, termasuk Yogyakarta.” Pemerintah AS mengatakan, pihaknya mendesak warga Amerika di Indonesia atau yang melakukan perjalanan melewati Indonesia untuk membuat rencana-rencana darurat, membawa dana tambahan, membeli asuransi perjalanan, serta terus memantau baik berita maupun pengumuman dari maskapai penerbangan. “Warga AS harus menjauh dari Gunung Merapi,” kata peringatan tersebut. “Kami mengingatkan warga Amerika bahwa kemampuan tanggap darurat di Indonesia terbatas dan warga AS yang berada di sana harus mandiri.” Rabu, letusan terbaru Merapi memuntahkan abu sejauh 2,5 kilometer ke udara, yang mengirim awan panas tebal menuruni lereng gunung tersebut. “Dibandingkan dengan aktivitas pada tanggal 3-6 November, intensitas letusan gunung berapi menurun, tetapi aktivitasnya masih tinggi,” kata Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. “Status siaga Merapi masih di tingkat tinggi, dan zona bahaya dipertahankan pada radius 20 kilometer,” tambah Surono. Sejumlah penerbangan internasional, termasuk Cathay Pacific, Value Air, Qantas dan Malaysia Air, telah membatalkan penerbangan karena keselamatan udara. Namun, beberapa perusahaan lain, seperti Singapura Airlines, masih melanjutkan operasi rutin mereka.

Advertisements

One comment on “AS Terbitkan “Travel Alert” ke Indonesia

  1. Hallo artikelryoga15.wordpress.com

    Selamat Siang,

    Kami dari Humas Merdeka.com bermaksud menawarkan content yang sesuia dengan tipikal blog Anda yang bisa digunakan secara gratis. Content ini sangat mudah aplikasinya dan sangat membantu Anda dalam Reblogging.
    Jika Anda berminat, silahkan kunjungi http://content.merdeka.com/ dan dapatkan contentnya.

    Terima kasih atensinya, kami menunggu kabar baik dari Anda.

    Salam,

    Humas Merdeka.com
    Selvie Chummairoch

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s