Ba’asyir Tolak Dikaitkan Latihan Militer di Aceh


Jakarta – Tim Pengacara Muslim (TPM) memprotes penangkapan terhadap Abu Bakar Ba’asyir. Alasaanya tidak ada kejelasan dalam kasus pidana terorise apa pemimpin Jamaah Ansuro Tauhid (JAT) itu ditangkap.

“Tidak jelas terlibat terorisme mana dan peristiwa apa,” gugat Mahendradatta, salah satu kuasa hukum Baasyir, di Bareskrim Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Senin (9/8/2010).

Tokoh TPM yang ditemui di sela pemeriksaan Ba’asyir ini, mempertanyakan kasus terorisme apa yang dikaitkan kepada kliennya. Sebab setiap tindakan penangkapan harus terkait peristiwa terorisme tertentu.

Mahendra juga menolak Baasyir dikaitkan dengan dugaan tindak pidana terorisme, sebagaimana materi pemeriksaan. Setiap penangkapan, katanya, haruslah terkait peristiwa terorisme tertentu.

“Terorisme harus ada peristiwanya, (seperti) Bom Bali I, Bom Bali II, Kuningan, Ritz Carlton-Marriott,” tegas dia.

Menyinggung dikaitkannya Baasyir dengan pelatihan militer di Aceh, ditegaskannya bahwa pelatihan militer tidak diatur dalam UU Tindak Pidana Terorisme. Seandainya ditemukan senjata api dalam pelatihan itu, harusnya dijerat dengan UU Darurat tentang kepemilikan senjata api ilegal.

“Ini bukan masalah Aceh. Dijawab dulu, itu latihan militer masuk kategori apa? Resimen mahasiswa juga ada latihan militer,” ujarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s