Bencana di Film 2012 Ternyata Pernah Terjadi!!

BAGI anda yang sudah menonton film 2012, tentunya merasa was-was dan takut, dan meyakini hal tersebut pasti terjadi, khususnya bagi masyarakat Indonesia yang meyakini Kiamat sebenarnya menurut agama Islam.

Dan banyak pula penonton yang sebenarnya belum mengetahui dasar ilmiah akan sebab musabab terjadinya bencana tersebut, apalagi yang berpikiran skeptis pasti akan berkomentar, “ah, ga mungkin itu terjadi” atau, “ah, cuma fiksi/khayalannya orang2 hollywood”.

Kiamat sendiri bisa dikategorikan menjadi 2, yakni, kiamat religious (secara agama), dan kiamat scientific (secara ilmiah). Adapun kiamat menurut agama bisa digambarkan dalam kitab suci Al-Qur’an, bagaimana dahsyatnya kehancuran pada saat itu, gunung-gunung berterbangan, langit runtuh, planet-planet bertabrakan dsb.

Sedangkan menurut studi Ilmiah, kiamat atau akhir dunia, saat peradaban manusia berakhir bisa saja terjadi. Adapun penyebabnya seperti digambarkan di film 2012, antara lain karena Gempa Bumi/Tsunami dan Letusan Super Volcano:

1. GEMPA BUMI DAN TSUNAMI

Dari sejumlah besar bangunan yang ditemukan di samudra, dengan fosil makhluk hidup samudra di atas daratan. Semua ini cukup membuktikan daratan tenggelam ke samudra, perubahan kerak bumi dasar laut yang naik menjadi daratan adalah fenomena yang sangat normal dalam aktivitas bumi. Seperti misalnya Danau Lago Titicaca di Bolivia, meski terletak di atas dataran tinggi, namun di kawasan sekeliling danau muncul jutaan fosil kulit kerang samudra. Atau dengan ditemukannya banyak fosil hewan laut di pegunungan Himalaya

Sebelum benua-benua terbentuk seperti sekarang, sekitar 250 juta tahun yang lalu, ada sebuah benua tunggal yang bernama Pangea, adalah benua purba yang maha luas dan besar, Kemudian 50 juta tahun kemudian, Pangaea pecah menjadi dua superkontinen, Laurasia di sebelah utara dan Gondwana di sebelah selatan.

Kemudian 135 juta tahun yang lalu, Laurasia bergerak dan pecah menjadi tiga yaitu Benua Amerika Utara, Benua Eropa dan Benua Asia. Sedangkan Gondwana pecah menjadi Benua Afrika, Benua Antarktika, Benua Australia dan Benua Amerika Selatan.

Sekitar 65 juta tahun yang lalu (saat terjadi kepunahan massal Dinosaurus), susunan dan posisi benua secara perlahan berangsur-angsur mirip seperti yang ada saat ini. Ditambah dengan berpisahnya Anak Benua India dari Antarktika dan Benua Australia bergerak relatif ke arah ekuator.

Anak Benua India tersebut kemudian menabrak Benua Asia dan karena dua-duanya tidak ada yang mau mengalah, maka terjadi penunjaman (subduksi), sehingga makin menjulang ke atas membentuk Pegunungan Himalaya, pegunungan tertinggi di dunia.

Kepulauan Indonesia sendiri juga terbentuk karena proses pengangkatan sebagai akibat dari penunjaman (subduksi). Lempeng (kerak) yang saling berinteraksi adalah Kerak Samudera Pasifik dan Hindia yang bergerak sekitar 2-5 cm per tahun terhadap Kerak Benua Eurasia.

Jadi Indonesia merupakan tempat pertemuan 3 lempeng besar sehingga Indonesia merupakan salah satu daerah yang memiliki aktivitas kegempaan yang tertinggi di dunia. Bukti nyata dari pergerakan ini adalah ternyata semua benua bergerak relatif saling menjauhi atau mendekati satu sama lain dengan kecepatan beberapa sentimeter per tahun.

Proses pemisahan benua seperti diatas ada pula yang diiringi dengan tenggelamnya beberapa bagian benua dan terjangan Tsunami besar seperti di film 2012.
Mungkin anda pernah membaca tentang daratan Atlantis yang tenggelam, atau bukti2 banyaknya ditemukan bangunan-bangunan kuno di dasar laut dalam.

2. SUPER VOLCANO

Dalam film 2012, kita melihat betapa dahsyatnya letusan super volcano di wilayah yellowstone, AS. Super Volcano adalah letusan vulkanis yang skalanya ribuan kali lebih besar daripada letusan gunung berapi biasa. Letusan tersebut tidak harus melalui kawah atau gunung berapi, tetapi bisa pada sebuah dataran luas dimana aktivitas vulkanis bawah tanahnya dinilai sangat aktif.

Yellowstone Caldera adalah kaldera vulkanik di Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat. Kaldera ini terletak di sudut barat laut Wyoming, di mana sebagian besar terdapat taman. Kaldera ini berukuran sekitar 55 kilometer (34 mil) sebesar 72 kilometer (45 mil) sebagaimana ditentukan oleh kerja lapangan geologi yang dilakukan oleh Bob Christiansen dari Survei Geologi Amerika Serikat pada 1960-an dan 1970-an. Setelah program sains televisi BBC menciptakan istilah Supervolcano pada tahun 2005, Yellowstone sering disebut sebagai Supervolcano Yellowstone.

Letusan Yellowstone pernah terjadi 640.000 tahun yang lalu, mengeluarkan sekitar 240 kubik mil (1000 kilometer kubik) batu dan debu ke langit. Geologi sangat memantau naik dan turun dari Yellowstone Plateau, yang rata-rata ± 0,6 inci (sekitar ± 1,5 cm) tahunan, sebagai indikasi perubahan dalam tekanan magma.

Gerakan ke atas dari lantai kaldera Yellowstone-hampir 3 inci (7 cm) setiap tahun, selama tiga tahun yang terjadi adalah tiga kali lebih besar daripada yang pernah diamati sejak pengukuran semacam itu dimulai pada tahun 1923. Pertengahan musim panas 2004 hingga 2008, permukaan tanah di dalam kaldera telah bergerak ke atas, sebanyak 8 inci di White Lake stasiun GPS. US Geological Survey, Universitas Utah, National Park Service, dan ilmuwan dari Yellowstone Volcano Observatory mengatakan bahwa peristiwa ini tidak teratur dan tidak dapat diprediksi.

Yellowstone telah memasuki masa siklusnya beberapa tahun ke depan.. Tidak menutup kemungkinan gunung supervolcano ini akan meledak seperti 64.000 tahun yang lalu..Bila hal ini terjadi berarti kiamat lah kita penduduk bumi.. Asap dan debu yang dikeluarkan akan menutup seluruh bumi sehingga sinar matahari tidak dapat masuk dan tanaman tidak dapat berfotosintesis sehingga tidak ada lagi oksigen untuk kita bernafas.. Hal yang sama seperti saat kepunahan dinosaurus.

Selain di Yellowstone, Di Indonesia juga pernah terjadi letusan super volcano yaitu di Danau Toba, meletus terakhir sekitar 74.000 tahun lalu yang kini hanyalah sebuah danau, yang merupakan bekas kaldera terbesar di dunia. Sebelumnya Gunung Toba pernah meletus tiga kali. Letusan pertama terjadi sekitar 840 juta tahun lalu. Letusan ini menghasilkan kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Prapat dan Porsea.
Letusan kedua yang memiliki kekuatan lebih kecil, terjadi 500 juta tahun lalu. Letusan ini membentuk kaldera di utara Danau Toba. Tepatnya di daerah antara Silalahi dengan Haranggaol. Dari dua letusan ini, letusan ketigalah yang paling dashyat. Letusan ketiga 74.000 tahun lalu menghasilkan kaldera, dan menjadi Danau Toba sekarang dengan Pulau Samosir di tengahnya.

Demikianlah bukti-bukti, bahwa bencana seperti di film 2012 pernah terjadi, saat ini para ilmuwan NASA tengah gencar2nya melakukan observasi luar bumi, dalam rangka mencari lingkungan alami atau buatan yang bisa didiami seperti bumi. Dengan harapan, jika peradaban harus berakhir karena bencana, manusia bisa menyelamatkan diri ke planet lain.

Ada planet yang menurut pendapat beberapa ahli NASA memungkinkan untuk didiami, akan tetapi jaraknya sangat jauh, seperti di Planet Gliese 581 c atau mars, jika dibiakan sejumlah tanaman ganggang atau lumut yang bisa menghasilkan oksigen.

Advertisements
By Ryoga Posted in 1

4 comments on “Bencana di Film 2012 Ternyata Pernah Terjadi!!

  1. Best you could edit the post subject Bencana di Film 2012 Ternyata Pernah Terjadi!! | Ryoga Shiny Blog to more better for your content you write. I liked the blog post all the same.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s